Anda Bisa Mengirimkan Berita Peristiwa Seni Budaya Tanah Air. Kirim ke WhatsApp Redaksi Hatipena : 081217126600 ------ Anda Bisa Mengirimkan Berita Peristiwa Seni Budaya Tanah Air. Kirim ke WhatsApp Redaksi Hatipena : 081217126600 ------ Anda Bisa Mengirimkan Berita Peristiwa Seni Budaya Tanah Air. Kirim ke WhatsApp Redaksi Hatipena : 081217126600 ------ Anda Bisa Mengirimkan Berita Peristiwa Seni Budaya Tanah Air. Kirim ke WhatsApp Redaksi Hatipena : 081217126600 ------ Anda Bisa Mengirimkan Berita Peristiwa Seni Budaya Tanah Air. Kirim ke WhatsApp Redaksi Hatipena : 081217126600

Mega Red Sparks Kembali Terjungkal

April 2, 2025 20:04
IMG-20250402-WA0070

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

HATIPENA.COM – Geram bercampur emosi rasanya. Kemenangan sudah di depan mata, akhirnya buyar. Megawati dkk kembali terjungkal kena come back Pink Spider 3-2. Sambil seruput kopi di hotel setelah nyetir hampir 10 jam, pulang mudik, yok kita kupas kekalahan Red Sparks.

Baru saja, langit seolah menangis menyaksikan pertempuran dahsyat antara Red Sparks dan Pink Spider. Angin berembus kencang, seakan mengantarkan pesan dari para pendekar voli masa lalu. Hanya yang terkuat yang akan bertahan. Red Sparks datang dengan dendam membara, setelah round 1 ditikam di kandang musuh. Pink Spider, berdiri gagah di depan ribuan pendukung fanatik, siap mengulang sejarah. Di sinilah segalanya akan ditentukan, antara kehormatan atau kehancuran, antara kejayaan atau kehampaan.

Wasit meniup peluit, dan peperangan pun dimulai.

Red Sparks langsung menghantam dengan kekuatan yang bisa mengguncang jagat raya. Megawati, sang putri petir dari Jember, melepaskan smash yang membuat jantung lawan copot seketika. Bukilic, iblis udara dari Balkan, melayang di langit seperti elang pencabut nyawa. Pink Spider tak berkutik! Bola melesat melewati blok seperti kilatan petir yang tak bisa dihentikan. Set pertama menjadi milik Red Sparks, 23-25! Penonton lega. Kopi masih panas. Di tribun, para fans Pink Spider menatap kosong, ada yang mulai membaca buku motivasi.

Set kedua, Red Sparks semakin menggila! Mereka mengendalikan permainan seperti dalang yang mengontrol wayang. Pink Spider hanya bisa bertahan, Kim Yeon Koung berdiri di tengah lapangan dengan mata penuh kesedihan, seolah mempertanyakan kembali pilihan hidupnya. Smash silih berganti menghantam tanpa ampun. 18-25! Para pendukung Pink Spider mulai meremas tiket mereka, ada yang pura-pura sakit perut agar bisa pulang lebih awal. Fans Mega banyak lupa mau lebaran ke rumah bos.

Namun, di sinilah kisah mulai berbelok seperti plot twist drama Korea episode terakhir. Set ketiga tiba-tiba menjadi milik Pink Spider! Mereka bangkit seperti zombie yang tak bisa dibunuh. Jurus-jurus rahasia mereka dikeluarkan. Blok sempurna, pertahanan sekeras baja, dan smash Kim Yeon Koung yang menembus dimensi ruang-waktu membuat Red Sparks kalang kabut. 25-22! Asa kembali membara! Para pendukung Pink Spider kembali hidup, ada yang sampai menari-nari seperti melihat melihat kedatangan Lisa Blackpink.

Set keempat adalah neraka bagi Red Sparks. Kim Yeon Koung berubah menjadi dewi perang. Dengan aura yang menyala-nyala, ia mengacak-acak pertahanan lawan.

Smash-nya seperti meteor yang menghancurkan planet. 8-4! 11-5! 17-7! Koheejin menyerah, menarik semua pasukan utama dan memasukkan para bocil. Hasilnya? Dibantai tanpa ampun. 25-12! Para fans Red Sparks mulai mencari-cari tiket diskon untuk liburan, berharap bisa melupakan tragedi ini.

Akhirnya, set kelima, puncak segala penderitaan dan keajaiban. Red Sparks kembali menurunkan Mega, Buki, Seon, Eun Jin. Hoyoung, dan ehem Nohran yang memakai jersey libero merah. Pasukan elite ini mencoba bangkit, memimpin 1-3! Harapan kembali bersinar! Namun Pink Spider, dengan semangat juang yang setara dengan pahlawan perang, mengejar 3-3. Skor terus berkejaran, 9-8, 12-10! Kim Yeon Koung berdiri tegak di garis depan, matanya bersinar penuh tekad. Smash-nya tak terhentikan! 14-12! Satu poin lagi, dan Red Sparks berada di jurang kehancuran. Megawati maju untuk servis. Ia menarik napas, menatap bola seolah menatap masa depannya sendiri. Ia melompat…out!

Keheningan menyelimuti stadion. Seorang fans Red Sparks tersungkur, matanya kosong menatap langit. Ada yang mendadak menulis puisi tentang kehilangan. Seorang lainnya menelepon bosnya, membatalkan cuti Lebaran. Air mata berjatuhan. 15-12! Pink Spider menang 3-2! Kemenangan yang tertulis dalam kitab sejarah voli KOVO!

Namun pertempuran belum selesai! Red Sparks masih punya kesempatan terakhir di kandang mereka. Apakah mereka akan membalas dendam, atau Pink Spider akan kembali menjadi momok yang menghancurkan segalanya? Satu hal yang pasti, drama belum usai. Kita semua akan terus menyaksikan, menahan napas, dan berharap bahwa kali ini, Red Sparks tak akan jatuh di jurang kehancuran lagi. (*)

#camanewak