HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600

Megawati Dinyatakan Lulus Kesehatan

August 20, 2025 06:29
IMG-20250820-WA0002

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

HATIPENA.COM – Lama tak menulis Megawati. “Bukannya beliau memimpin HUT RI di kantornya, kemarin, Bang.” Itu Megawati Soekarno Poetri. Yang saya mau tulis ini, Megawati Hangestri Pertiwi, pevoli andalan kita. Info terbaru, beliau baru saja dinyatakan lulus test kesehatan di klub barunya, Manisa BBSK, Turki.

Megawati sudah lama diberitakan resmi bergabung dengan Manisa BBSK, Turki, negara tempat bidadari voli top dunia berkumpul. Klub ini kasta kedua Liga Voli Turki. Ya, klub ini ibarat mahasiswa baru yang baru bisa naik kelas. Megawati hadir seperti dewi penolong yang siap menyetrum bola dengan smash petirnya.

Mari kita bicara serius (dengan penuh ketidakseriusan). Megawati baru mendarat, langsung dites medis di Rumah Sakit Swasta Metropolitan, Manisa. Bayangkan betapa dramatisnya, dokter-dokter Turki itu mungkin sempat berpikir, “Apakah perempuan ini manusia biasa atau transformer yang bisa berubah jadi spike machine?” Hasilnya? Lulus dengan sangat fit. Artinya, jantungnya berdetak normal, paru-parunya tidak bocor, dan yang paling penting, lengan kanannya masih menyimpan kekuatan sekelas Thor sedang kesal karena Mjolnir dipinjam tetangga.

Jangan salah, proses ini bukan sekadar “tes medis”. Oh tidak! Ini adalah ritual sakral dunia olahraga. Sama seperti pahlawan super yang harus melewati uji coba laboratorium rahasia sebelum resmi masuk Avengers. Bedanya, Megawati masuknya ke Manisa BBSK, klub promosi yang tampak seperti bayi singa tapi ingin mengaum sekeras Singa Afrika. Kini mereka punya Megawati, alias Megatron Nusantara.

Istri dari Dio Novandra Wibawa ini bukan pemain kemarin sore. Dua musim terakhir ia jadi bintang Red Sparks di Korea Selatan. Ya, Red Sparks, tim dengan nama yang terdengar seperti boyband K-Pop yang gagal debut. Tapi jangan salah, bersama mereka, teman Nohran ini mengantar tim itu jadi runner-up. Runner-up! Itu artinya, dia sudah terbiasa dengan tekanan, dengan sorakan penonton, bahkan dengan komentar netizen Korea yang menulis ulasan panjang pakai emotikon api.

Sekarang, bayangkan skenario absurdnya. Manisa BBSK baru saja promosi. Mereka mungkin masih bingung cara memanaskan mesin motor bus klub agar nggak mogok di tengah jalan. Lalu tiba-tiba ada pevoli asal Jember ini datang, seorang pemain yang sudah biasa tampil di panggung internasional. Ini ibarat warung kopi pinggir jalan yang tiba-tiba punya mesin espresso Rp 200 juta. Gimana nggak bikin tim lain keder?

Lihatlah, Megawati tidak sendirian. Dia datang ke Turki ditemani sang suami, Dio Novendra. Ini semakin epik. Sebab dalam setiap kisah heroik, selalu ada pasangan yang jadi saksi hidup dari perjalanan legendaris. Kalau Megawati adalah Wonder Woman yang bawa bola voli, maka Dio adalah Steve Trevor yang selalu ada di tribun dengan muka setengah bangga, setengah pusing karena tiket pertandingan di Turki pasti lebih mahal dari parkir liar di Jember.

Voli bukan sekadar olahraga memukul bola di atas net. Voli adalah panggung eksistensial, tempat manusia menantang gravitasi, menolak hukum Newton, dan berkata, “Aku bukan sekadar tubuh, aku adalah momentum.” Lalu, Megawati adalah buktinya. Dia menolak dikurung di batas geografi, melompat dari Korea ke Turki, dari Asia Timur ke Eropa Barat, dengan satu tujuan, memastikan bola jatuh di tanah lawan. Inilah absurditas yang paling rasional, hidup mungkin penuh ketidakpastian, tapi smash Megawati adalah kepastian yang tidak bisa ditawar.

Maka wahai fans Megatron, jangan hanya bangga pada artis sinetron yang trending karena kasus rumah tangga, tapi banggalah pada Megawati yang trending karena spike-nya bikin bek lawan trauma. Beberapa bulan lagi, Oktober nanti, saat Liga Voli Turki dimulai, akan ada sorakan keras di Manisa Arena. Nama Megawati dipanggil, lampu sorot menyorot wajahnya, dan seluruh Turki akhirnya tahu bahwa dari negeri jauh bernama Indonesia, lahirlah seorang perempuan yang menjadikan voli bukan sekadar olahraga, tapi filsafat hidup.

Megawati adalah bukti bahwa bola voli bukan cuma tentang menang atau kalah, tapi tentang drama, absurditas, dan keindahan manusia ketika melawan gravitasi. Banggalah, karena Indonesia kini punya ekspor paling berharga, bukan CPO, bukan nikel, tapi Megawati Hangestri Pertiwi, dewi spike yang menolak tunduk pada hukum Newton dan siap menaklukkan Turki dengan senyum Jember-nya yang legendaris.

Nampaknya, Oktober nanti mulai stok kopi Kahvesi asal Turki ni. Untuk menyaksikan smash keras Megawati sambil seruput kopi.(*)

#camanewak

Berita Terkait