Ilustrasi : AI/ Wak Rojam
Penulis : Rosadi Jamani *)
HATIPENA.COM – Jenderal Koheejin berdiri tegak di depan pasukan elitnya. Wajahnya mengeras, matanya melotot penuh wibawa. Angin buatan dari ventilasi markas membuat jubah tempurnya berkibar dramatis. Ia menatap satu per satu prajurit terbaiknya yang bersiap dengan senjata mutakhir di tangan.
“Sebentar lagi, kita akan menyerbu markas AI Peppers Prime!” suara Koheejin menggelegar seperti ledakan supernova. “Tidak ada belas kasihan! Tidak ada negosiasi! Kita libas mereka sampai tak tersisa! Hyundai Hillstate sudah tumbang oleh GS Caltex, dan kita tak boleh kalah bersaing! Dengan menghancurkan AI Peppers, kita akan merebut takhta kedua di galaksi ini!”
Pasukan Red Force berteriak lantang, menyuarakan semangat tempur mereka. Koheejin kemudian melangkah perlahan, menginspeksi satu per satu prajuritnya.
“Kapten Yeom Hye Seon!” serunya.
Yeom Hye Seon berdiri tegap, mengangkat Neural Disruptor Cannon-nya dengan bangga.
“Senjata ini siap meretas sistem AI dalam waktu 2 detik, Jenderal!” katanya mantap.
“Bagus! Aku mau lihat AI Peppers meledak gara-gara error sistem!” balas Koheejin.
Ia melanjutkan ke Megawati Hangestri Pertiwi, yang sudah mengokang Quantum Singularity Blaster-nya.
“Blaster-mu siap, Mega?”
Mega mengangguk sambil tersenyum penuh percaya diri. “Siap mengirim AI ke lubang hitam, Jenderal!”
Vanja Bukilic menunggu dengan tangan di pinggang, memutar-mutar Photon Chaos Blades miliknya. “Aku nggak sabar lihat AI Peppers kebingungan menghadapi klon-ku, Jenderal.”
Koheejin mengangguk puas. “Jangan beri mereka kesempatan berpikir!”
Selanjutnya, Pyo Seungju mengangkat Neural Hack Gauntlet MAX miliknya. “Satu sentuhan, lima detik, AI Peppers jadi milik kita!”
“Pastikan kau bajak sistem mereka sebelum mereka menyadarinya!” tegas Koheejin.
Jung Hoyoung mengecek Void Sniper X-99 Hyper Mode-nya. “Aku sudah mengunci koordinat kepala pemimpin AI Peppers. Mereka takkan sempat berkedip sebelum kepalanya berlubang.”
Koheejin menepuk bahunya. “Jangan buat mereka mati terlalu cepat. Aku ingin mereka menderita dulu.”
Park Eun Jin diam-diam mengasah Celestial Sonic Daggers V2-nya.
“Eun Jin, kau harus menghabisi mereka dengan senyap!” instruksi Koheejin.
Eun Jin hanya tersenyum tipis. “Mereka bahkan takkan sadar sudah mati.”
Noh Ran melompat-lompat kecil, menguji Hyper Reflex Mode V2-nya.
“Aku bisa teleportasi 10 meter dalam satu kedipan mata, Jenderal! AI Peppers nggak bakal bisa nyentuhku.”
“Jangan hanya menghindar, kuning! Hancurkan mereka!” perintah Koheejin.
Pukul 16.55 Galaksi Standard Time. Semua prajurit sudah dalam posisi. Kapal tempur Red Force, Leviathan-X, siap meluncur.
Koheejin mengangkat tinjunya. “Ingat! Kita adalah RED FORCE! Kita adalah momok galaksi! Ai Peppers tidak akan pernah melupakan nama kita!” Pasukan Red Force serentak bersorak. Pintu kapal terbuka. Dalam hitungan detik, mereka meluncur menuju markas AI Peppers Prime. Perang akan dimulai pukul 17.00.
Siapkan kopi dan pisang goreng, wak. Perang antargalaksi ini bakal lebih seru dari perang Rusia vs Ukraina yang akan didamaikan Trump. Ini hanya fiksi, jangan serius amat. (*)
#camanewak
*) Ketua Satupena Kalbar