Rizal Pandiya
(Percakapan Kocak Antara Hasan Nasbi dan Temannya)
HATIPENA.COM – Sore itu, di sebuah kafe ibu kota, sekelompok netizen sedang asyik menyeruput kopi Robusta Lampung, sambil membahas berita terbaru. Tiba-tiba, salah satu dari mereka menangkap percakapan mencurigakan dari meja sebelah. Belakangan diketahui ternyata Jubir Istana Hasan Nasbi. Karena penasaran, mereka pun diam-diam menguping. Dan inilah percakapan absurd yang mereka dengar…
Mr X 1: Bro, lu denger berita nggak? Ada yang kirim kepala babi ke kantor redaksi Tempo! Serem banget!
Mr X 2: Ya ampun, siapa sih yang main teror kayak gini? Harusnya aparat turun tangan dong!
Hasan Nasbi: Santai, santai, jangan panik! Itu kepala babi bisa dimasak kok.
Mr X 1: Hah? Masak? Ini lagi ngomongin teror, Pak. Kok malah ngajak masak?
Mr X 2: Iya, ini teror serius, lho. Harusnya yang ngirim dicari, bukan malah diajak bikin resep!
Hasan Nasbi: Lha, kepala babi kan bisa jadi banyak menu enak! Kalian terlalu baper sih!
Mr X 1: Lah, bukannya Anda pejabat? Kok nggak ngasih perintah buat nangkep pelaku malah sibuk mikirin menu buka puasa?
Mr X 2: Itu pelecehan, Pak! Ini bulan puasa, kenapa malah ngomongin masak kepala babi? Bapak sering makan babi ya?
Hasan Nasbi: Halah, kalian aja yang lebay! Toh, kepala babi juga nggak haram buat semua orang, kan?
Mr X 1: Lah, tapi ini konteksnya beda, Pak! Masa ada teror kepala babi, respons pejabatnya malah kayak chef di YouTube?
Mr X 2: Harusnya Anda tuh marah! Ini kan ancaman terhadap kebebasan pers! Bukannya malah kasih ide bumbu rempah!
Hasan Nasbi: Hmm, jadi kalau misalnya saya bilang “Jangan masak, tangkap pelaku!”, kalian bakal puas?
Mr X 1: Ya iyalah! Itu emang kerjaan pemerintah!
Mr X 2: Anda ini pejabat atau food blogger sih?!
Hasan Nasbi: Udahlah, kalian kalau nggak suka dengan komentar saya, ya jangan dimakan. Kayak kepala babi itu, kalau nggak suka, ya udah, jangan dimasak!
Usai nguping obrolan di meja sebelah, para netizen sontak kaget. Mereka bengong, persis seperti ayam ngeliat setan.
Netizen 1: Lah, kita ini hidup di mana sih sebenernya?! ujarnya sambil berbisik.
Netizen 2: Atau jangan-jangan… pemerintah emang nggak kaget karena mereka tahu siapa dalangnya?
Netizen 1: Nah! Buktinya santai banget! Bukannya buru-buru nangkap pelaku, malah sibuk debat soal menu masakan!
Netizen 2: Bisa jadi ini teror pesanan, biar media yang kritis dikasih “peringatan” halus…
Netizen 1: Waduh, makin seram kalau gitu! Berarti kita ngopi bukan cuma buat ngilangin pahit di lidah, tapi juga buat nguatin mental!
Sementara di negeri ini, pejabat malah sibuk membahas bumbu masakan, di luar negeri ceritanya beda jauh.
Presiden Amerika: “We condemn this act of terror and will ensure that the perpetrators are brought to justice immediately!” (Kami mengutuk aksi teror ini dan akan memastikan pelakunya segera ditangkap!)
Perdana Menteri Inggris: “This is an attack on press freedom. Our security forces will not rest until justice is served.” (Ini adalah serangan terhadap kebebasan pers. Pasukan keamanan kami tidak akan beristirahat sampai keadilan ditegakkan.)
Kanselir Jerman: “There is no place for intimidation in our democracy. This matter will be investigated thoroughly!” (Tidak ada tempat bagi intimidasi dalam demokrasi kami. Masalah ini akan diselidiki secara menyeluruh!). (*)