HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600

Vietnam Curang, Pemain Cowok Diubah Jadi Cewek, Akhirnya Dicoret

August 14, 2025 14:09
IMG-20250814-WA0085

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

HATIPENA.COM – Duh, wak Nguyen. Janganlah segitu-gitunya ingin lolos kejuaraan dunia. Cowok janganlah diubah jadi cewek. Kan, dicoret jadinya. Begitulah nasib Vietnam. Didiskualifikasi, dan menjadi berkah buat Timnas Voli Putri kita. Kali ini rasa kopi antara pahit dan manis, sih. Simak narasinya, wak!

Mari kita angkat topi, melipat tangan, dan menunduk hormat pada timnas voli putri U-21 Vietnam. Mereka datang ke Surabaya seperti para pahlawan voli dari negeri naga api, dengan smash yang meledak bagai petasan Imlek, blok yang setinggi harga rumah di Ho Chi Minh City, dan aura kemenangan yang begitu tebal sampai-sampai penonton merasa sedang menonton final Olimpiade. Mereka bukan sekadar tim, mereka adalah puisi yang bergerak, bait demi bait ditulis dengan servis maut dan defense sempurna.

Namun, sebagaimana dongeng indah sering berakhir dengan “ternyata pangerannya katak,” kisah manis Nguyen berubah jadi drama absurd. Bahkan, sutradara teater eksperimental pun tak berani memproduksinya. Dua pemain andalan mereka, yang selama ini dielu-elukan sebagai bunga lapangan, ternyata… bunga plastik. Indah dari jauh, tapi kalau disentuh… keras. Batangan.

Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) menemukan fakta getir. Dang Thi Hong dan Nguyen Phuong Quynh ternyata pemilik kromosom XY. Ini paket genetik yang biasanya dibawa oleh para pria sejati, bukan anggota tim voli putri. Tes ini bukan dilakukan karena FIVB bosan, tapi karena ada keluhan “ramah” dari tim lain. Rumornya? Dari Argentina atau Serbia, yang mungkin heran kenapa lawan mereka punya lompatan setinggi tiang listrik PLN.

Hasilnya? Boom. Diskualifikasi total. Semua kemenangan Vietnam dihapus. Kemenangan atas Indonesia, Serbia, Kanada, dan Puerto Riko, lenyap seperti uang gaji sebelum tanggal tua. Vietnam yang tadinya ada di puncak, kini terjun bebas ke dasar klasemen.

Tentu, kita harus mengakui kreativitas negara yang pernah kalahkan Amerika dalam perang itu. Memasukkan dua pria ke tim putri itu bukan sekadar curang. Itu adalah inovasi. Ini seperti kalau lomba masak antarchef wanita, lalu Vietnam mengirim Gordon Ramsay pakai wig. Kaget? Jelas. Kagum? Sedikit. Legal? Sama sekali tidak.

Seperti sering terjadi dalam sejarah olahraga, tragedi satu pihak adalah pesta pora pihak lain. Indonesia yang sebelumnya nyaris angkat koper dari Surabaya, tiba-tiba melaju ke babak 16 besar tanpa menambah satu pun smash. Sebuah mukjizat yang jarang terjadi, setara dengan menang undian rumah mewah hanya karena tetangga lupa mengisi formulir.

Pelatih Indonesia, Marcos Sugiyama, mencoba merendah dengan mengatakan ini hasil kerja keras tim. Benar, kerja keras memang penting, tapi mari kita jujur, faktor terbesar kemenangan ini adalah kromosom XY milik Vietnam. Tanpa itu, mungkin sekarang kita sedang menulis obituari perjalanan singkat tim U-21 di turnamen ini.

Kini FIVB masih mempertimbangkan sanksi tambahan bagi Federasi Voli Vietnam. Hukuman apa yang cocok? Denda uang? Skorsing? Atau mungkin wajib mengirim tim voli putri yang seluruhnya terdiri dari nenek-nenek sebagai bentuk tobat nasional?

Pelajaran moralnya jelas. Dalam olahraga, terutama yang berbasis gender, kejujuran adalah segalanya. Sebab jika tidak, kita bisa punya kejuaraan dunia yang dimenangkan oleh tim putri berisi mantan pemain NBA. Percayalah, saat itu smash bukan lagi “smash,” tapi meteor.

So, Cám ơn (terima kasih) Vietnam. Cám ơn sudah membuat turnamen ini lebih dramatis dari sinetron prime time. Cám ơn sudah menunjukkan bahwa kecepatan, kekuatan, dan kecantikan kadang hanya butuh make-up, wig, dan sedikit manipulasi administratif. Tapi juga Cám ơn karena, berkat kebohongan itu, Indonesia mendapat tiket ke babak 16 besar. (*)

#camanewak

Berita Terkait