HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600

Adu Keras Cemoohan Trump VS Zohran

November 7, 2025 15:38
IMG-20251107-WA0038

SKEMA
(Sketsa Masyarakat)

Akmal Nasery Basral | Prosais *)

1/
Hampir 20 tahun silam saya menulis cerita pendek “Kelambu” yang terbit di tabloid Nova. Kisah itu muncul juga dalam antologi cerpen pertama saya Ada Seseorang di Kepalaku yang Bukan Aku (2006) dengan kata pengantar oleh Prof. Dr. Budi Darma.

Tokoh perempuan protagonis dalam “Kelambu” saya beri nama Anjali (artinya “salam penghormatan” atau “persembahan ilahi” dalam Bahasa India). Kenapa? Sebab saat menulis cerpen itu saya terinspirasi sosok Aditi Verma (diperankan aktris Vasundhara Das) dalam film Monsoon Wedding karya Mira Nair, sutradara kelahiran Odisha, India bagian timur, yang menghabiskan masa remaja di New Delhi sebelum pindah ke Amerika Serikat. Boleh dibilang, saya penggemar film-film besutan Mira seperti Salaam Bombay, Mississippi Masala, My Own Country, selain tentu saja Monsoon Wedding.

Yang saya tidak ketahui saat itu adalah bahwa Mira, dalam kehidupan nyata, mempunyai seorang anak lelaki 15 tahun bernama Zohran Mamdani. Ya, nama yang baru terpilih sebagai Wali Kota New York ke-111 sekaligus wali kota muslim pertama dan termuda—kini berumur 34 tahun–dalam satu abad terakhir sejarah Kota New York.

Begitu mengetahui pertalian genealogi yang mencengangkan ini, saya menjadi paham kemampuan story telling Zohran sebagai politisi berasal dari mana. Juga keberanian Zohran yang pro-Palestina harga mati. Ini nyali yang mengucur deras dari Ibunda Mira. Contohnya, pada 2013, Mira Nair menolak undangan Festival Film Internasional Haifa, Israel, yang menginginkannya datang sebagai tamu kehormatan.

Mira menampik lantang. “Aku akan datang ke Israel ketika tembok-tembok penindasan (terhadap Palestina) diruntuhkan. Aku akan datang ke Israel ketika penjajahan pergi. Aku akan datang ketika negara itu tidak menindas salah satu agama lainnya. Aku akan datang ke Israel ketika apartheid berakhir.”

Nah, dengan nyali ibunda semenggelegar itu, mana mungkin mental Zohran menciut hanya karena gertakan POTUS Donald Trump, bukan?

2/
Kebencian Paman Donald, 45 tahun atau hampir setengah abad lebih tua dari Zohran, sudah sampai di ubun-ubun. Dan tak disembunyikannya sedikit pun. “Partai Demokrat memilih seorang komunis sebagai calon wali kota di kota terbesar di AS. Jika dia menang maka dana federal jutaan dolar untuk New York akan saya bekukan,” ancam Paman Donald blak-blakan di depan peserta American Business Forum di Miami, Rabu (5/11). “Miami akan segera menjadi tepat pelarian bagi mereka yang kabur dari komunisme di New York City!”

Zohran membalas dengan senyum lebar dalam pidato kemenangan. “Jika ada yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati Trump tentang bagaimana cara mengalahkannya, maka kota inilah yang melakukannya,” seru Zohran disambut keplok riuh pendukungnya. “Jika ada cara untuk menakuti seorang diktator, maka bongkarlah kondisi yang membuatnya mengumpulkan kekuasaan. Ini bukan hanya tentang menghentikan Trump, tetapi juga pelanjut kebijakannya.”

Lalu politisi kelahiran Kampala, Uganda, anak Profesor Mahmood Mamdani yang berkhidmat di Universitas Columbia, itu membidik langsung jidat POTUS. “Jadi, Donald Trump, karena saya tahu Anda sedang menonton (pidato) ini, saya punya empat kata untuk Anda: turn the volume up!

3/
Demokrasi AS memang panggung terbuka duel adrenalin oktan tinggi tanpa kosmetika basa-basi. Trump menyebut Zohran komunis, sementara sang wali kota terpilih yang akan dilantik pada 1 Januari 2026 memanggil nama Trump tanpa predikat presiden.

Zohran bahkan menyebutnya sebagai diktator. Itu belum termasuk ultimatum akan menangkap Benyamin Netanyahu jika Perdana Menteri Israel itu menginjakkan kaki di NYC selama masa kepemimpinannya sebagai wali kota.

Adu keras volume politik domestik Negeri Paman Sam ini bisa dipastikan pasti bakal lebih ingar-bingar dibandingkan konser Metallica, Megadeth, dan band-band heavy metal AS kaliber monster or rock dijadikan satu panggung sekaligus! (*)

Jakarta, 7 November 2025

*) Prosais, penerima Anugerah Sastra Andalas 2022 kategori Sastrawan/Budayawan Nasional. Tanggapan untuk artikel ini kirimkan ke e-mail: akmal.n.basral@gmail.com

Berita Terkait