HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600

Dari Congklak Sampai Kolesterol: Cerita Pagi di Jalan Sudirman

November 24, 2025 20:05
IMG-20251124-WA0075

Acara Car Free Day HMPSMPAR STP Riau

Zuan | Penulis

HATIPENA.COM – Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk Kota Pekanbaru yang kian bising oleh klakson dan drama hidup masyarakat urban, Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pariwisata (HMPSMPAR) STP Riau datang membawa angin segar. Bukan angin biasa, tapi angin sehat—angin yang mengajak orang-orang untuk berhenti sejenak dan mengingat bahwa hidup itu bukan cuma kerja, kerja, kerja, tapi juga bergerak, tersenyum, dan bahagia.

Minggu pagi itu, Jalan Sudirman dipenuhi warna. Bukan karena spanduk politik atau diskon akhir tahun, melainkan karena kegiatan Car Free Day bertema “Sehat Bersama Layani Dengan Bahagia”. Tema yang sederhana tapi menohok. Sebab, di zaman ketika orang sakit pinggang saja masih harus antri sambil berdiri, ajakan untuk sehat sambil melayani dengan bahagia terasa seperti oase.

Kegiatan ini diracik dengan menu yang lengkap. Ada senam pagi yang mengguncang badan dan membangunkan tulang-tulang yang sudah lama tidak diregangkan. Ada jalan sehat yang membuat masyarakat sadar bahwa kaki mereka ternyata masih bisa diajak kompromi. Ada bazar craft dan fashion yang langsung membuat dompet waspada. Dan yang paling seru: permainan rakyat, paket nostalgia yang membuat orang dewasa tiba-tiba merasa muda kembali—meski lutut tidak sepakat.

Congklak, Gasing, Bakiak, hingga Engrang kembali mengudara, seolah mengingatkan kita bahwa sebelum gadget memanjakan jempol, dulu kita pernah bahagia hanya dengan dua batok kayu atau seutas tali. Ruang nostalgia ini rupanya menjadi magnet. Bahkan Ibu Ani, salah satu pengunjung, mengaku sangat senang bisa ikut. Katanya, selain merasa sehat dan bahagia, ia juga seperti kembali ke masa kecil. Mungkin setelah ini ia bakal beli congklak buat adu nostalgia dengan cucunya.

Tak hanya permainan, kegiatan ini juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis yang disediakan oleh RS Prof. Dr. Tabrani dan RS Anak Zainab. Mulai dari cek darah, cek gula, cek asam urat, hingga cek kolesterol—semua tersedia. Lengkap, tinggal cek saldo yang tidak disediakan. Tapi lihat saja, antrian cek kolesterol paling panjang. Maklum, masyarakat Pekanbaru dan minyak santan memang susah dipisahkan.

Acara dibuka oleh Ketua STP Riau, Dr. Ir. Eni Sumiarsih, yang menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan. Beliau menegaskan bahwa pariwisata tidak akan berjalan tanpa manusia yang sehat, sebab melayani wisatawan butuh tenaga, senyum, dan kesabaran ekstra—apalagi kalau wisatawannya banyak tanya tapi sedikit belanja.

Dari sisi akademik, kegiatan ini juga menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa. Ketua Program Studi Manajemen Pariwisata, Hj. Risna Yanti, S.Sos, M.Par, menegaskan bahwa acara seperti ini melatih mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat. Mengorganisasi acara, memimpin tim, menghidupkan suasana, hingga mengelola masalah di lapangan—mulai dari sound system ngadat sampai anak kecil yang kabur dengan bakiak. Semua itu adalah pembelajaran yang tak bisa diperoleh dari buku teks.

Lebih jauh, kegiatan ini juga memiliki misi budaya: melestarikan permainan rakyat agar tidak punah dimakan zaman. Sebab kalau tidak dijaga, bisa saja kelak anak-anak lebih mengenal nama-nama karakter game digital daripada congklak atau gasing yang merupakan warisan nenek moyang.

Selama dua jam, dari pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, kegiatan Car Free Day ini menjadi ruang berkumpul ratusan warga. Mereka datang bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga merayakan kebersamaan, kesehatan, dan budaya.

HMPSMPAR berharap kegiatan ini dapat memberi inspirasi bagi masyarakat: untuk hidup lebih sehat, lebih peduli lingkungan, dan lebih bangga pada budaya sendiri. Karena pada akhirnya, masyarakat yang sehat dan bahagia adalah fondasi bagi pariwisata yang kuat—dan negara yang sejahtera.

Di tengah dunia yang semakin cepat, acara ini mengingatkan kita akan hal sederhana: bahwa sehat itu penting, bahagia itu perlu, dan bernostalgia itu menyenangkan. Dan semua itu bisa dimulai dari satu langkah kecil di Jalan Sudirman pada Minggu pagi. (*)


Berita Terkait