Puisi Esai oleh L K Ara
HATIPENA.COM – Di bawah cahaya lampu ruang rapat dan bayang logo biru Universitas Islam Aceh,
dua sosok duduk berdampingan—
Bupati dan Rektor.
Keduanya bagai dua tiang
yang menyangga atap rumah ilmu.
Di luar, langit Bireuen menampung doa hujan,
sementara di dalam, kata-kata menampung harapan:
tentang perguruan tinggi yang tak hanya
menghafal masa lalu,
tapi menulis masa depan.
Surveilen ini bukan sekadar prosedur BAN-PT,
tapi seperti mengukur nadi sebuah kampus—
apakah ia berdetak
seiring degup masyarakat yang dilayaninya?
Pemerintah datang bukan sekadar bertamu,
tapi membawa janji dan dukungan,
agar bangku kuliah tetap terisi,
agar mimpi mahasiswa tak putus di tengah jalan,
agar pengetahuan tak berhenti
di tumpukan skripsi berdebu.
Di meja panjang itu,
air mineral dan jeruk segar
menjadi saksi bahwa silaturahmi
kadang sederhana, tapi menyuburkan.
Seperti tanaman yang tumbuh
dari hujan kecil namun konsisten.
Matang Geulumpang Dua,
hari ini engkau menjadi simpul
antara pemerintah dan perguruan tinggi.
Semoga tali itu tak putus,
dan Allah SWT selalu menuntun langkahnya.
⸻
Fa📌 Catatan Kaki untuk FB:
1. Surveilen BAN-PT adalah proses evaluasi berkala untuk memastikan mutu dan standar perguruan tinggi tetap terjaga.
2. Lokasi acara: Kampus Universitas Islam Aceh (UIA), Matang Geulumpang Dua, Kabupaten Bireuen, 9 Agustus 2025.
3. Kehadiran pejabat: Bupati Bireuen dan Rektor UIA sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan tinggi.
4. Tujuan utama: Menegaskan dukungan nyata pemerintah bagi perguruan tinggi agar manfaatnya dapat dirasakan luas oleh masyarakat.
5. Harapan bersama: Keberlangsungan dan pengembangan universitas tetap berada dalam bimbingan Allah SWT serta memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (*)