Oleh: Anies Septivirawan
HATIPENA.COM – Bupati Situbondo, Rio mulai menggulirkan roda rotasi pejabat eselon 3 di jajaran pemerintah Kabupaten. Dalam rotasi pertama kali ini, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo selain merotasi pejabat eselon 3, nantinya juga akan meniupkan angin roda rotasi pejabat eselon 2.
Pada usia pemerintah Kabupaten yang ia nakhodai belum genap 2 tahun, Bupati Rio yang tidak pernah tersandung batu ini, selalu berkomitmen pada sebuah kalimat yang pernah diucapkannya pada saat berkampanye di ajang pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2024 lalu.
Ucapan suci nan sakral yang pernah ia lontarkan adalah: “Tak Congocoah, Tak Cok Ngecok ah” (“Tidak akan menipu, tidak akan mencuri ” – bahasa Madura).
Ucapan suci nan tulus itu ia petik dari langit hatinya dan sudah disaksikan oleh para staf tuhan bernama malaikat Atit dan Roqib. Kalimat itu dibungkus dengan kain doa lalu diterbangkan ke singgasana istana kerajaan kejujuran.
Pada suatu pagi menjelang siang, di balairung istana kerajaan kejujuran itu, Bupati Rio berkata kepada sejumlah awak media bahwa, ia sudah memanggil para pejabat eselon 3.
Dalam momen pemanggilan tersebut, ia berupaya memilih orang – orang titisan Khalifah bernama Umar bin Khattab yang terkenal lurus, ditakuti setan, bahkan disegani para malaikat alam kubur.
Ia juga menambahkan bahwa, dalam menempatkan pejabat tidak berdasarkan atas nama kedekatan dan hubungan pribadi bagai sepasang kekasih.
”Saya menempatkan pejabat yang benar – benar akan bekerja lurus dan berdedikasi serta berintegritas,” ujarnya kepada awak media yang diamini oleh malaikat Atit dan Roqib yang selalu mendampinginya ke mana saja.
Atit dan Roqib adalah cctv tak terlihat mata telanjang yang bukan kebetulan dikirim oleh semesta kepada bupati Rio.
Sepasang staf tuhan itu selalu setia bekerja di tiap detak jantung dan denyut nadi sang Bupati Rio. Bekerja siang dan malam. Bekerja di alam nyata dan mimpi. Seperti mimpi sang Bupati yang sedang membangun istana alam semesta anti korupsi.
“Nanti pada rotasi eselon 2 pasti ada audisi dan lelang jabatan, pada intinya, pejabat itu tidak boleh korupsi,” pungkasnya. (*)