HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600

Dua Lembaga Gelar Festival Pantun ASEAN, Total Hadiah Rp15 Juta

November 17, 2025 06:55
IMG-20251113-WA0064

Padang, Hatipena – Dua lembaga pegiat literasi Indonesia— Penyala Literasi Sumatra Barat bekerja sama dengan SIPPublishing—akan menggelar Festival Pantun Tingkat Asia Tenggara (ASEAN) pada akhir tahun ini. Ajang tersebut memperebutkan total hadiah sebesar Rp15 juta.

Ketua Panitia Eka Teresia mengatakan, pantun kian ditinggalkan generasi muda karena beberapa faktor. Pertama, perubahan gaya hidup. “Anak muda kini lebih tertarik pada media sosial dan hiburan digital dibandingkan tradisi lisan seperti pantun,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).

Kedua, pergeseran nilai budaya. Menurut Eka, nilai-nilai tradisional dalam pantun sering dianggap usang. Ketiga, banyak generasi muda belum memahami makna dan nilai yang terkandung dalam pantun itu sendiri.

“Jika tidak segera dikembangkan, pantun akan menghilang dari khazanah sastra Nusantara dan hanya menjadi kenangan,” katanya. Karena itu, upaya pelestarian seperti kompetisi menulis pantun, workshop, dan berbagai kegiatan edukatif perlu terus dilakukan.

Sebagai bentuk pelestarian budaya, panitia akan mengadakan pelatihan menulis pantun secara gratis dengan menghadirkan narasumber dari empat negara ASEAN. Mereka adalah Zamri H. Jamaluddin (Brunei Darussalam), Djohan Bin Abdul Rahman (Singapura), Noreen Nattassa Ahmad Jaafar (Malaysia), serta Maman S. Mahayana dari Indonesia.

“Keempat tokoh ini adalah sastrawan terkenal di negaranya masing-masing dan memiliki pengalaman internasional,” jelas Eka, yang juga guru di SMKN 6 Padang.

Selain mengikuti workshop, peserta akan memperoleh modul materi, video pelatihan, sertifikat pelatihan 34 Jam Aktivitas Produktif (JAP), serta piagam penghargaan untuk 200 naskah terbaik. Para peserta juga berkesempatan menerbitkan karya mereka dalam buku Kumpulan Pantun yang akan diluncurkan di Padang, Sumatra Barat. Seluruh peserta pun akan menerima sertifikat penulis Festival Pantun ASEAN 2026.

Pelatihan menulis pantun akan digelar secara daring melalui Zoom pada Minggu, 7 Desember 2025. Setelah itu, lomba penulisan dibuka mulai 8–26 Desember 2025. Proses kurasi dan penjurian akan berlangsung pada 27 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

“Pemenang lomba akan diumumkan pada Jumat, 16 Januari 2026 di Padang, Sumatra Barat,” tandas Eka. (*)

Berita Terkait