Ilustrasi : Meta AI/ Rizal Pandiya
Puisi : anto narasoma
detak jantungku begitu merdu mengucap lafal-Mu. selalu menebarkan ribuan burung ababil yang berkepak lewat zikir dan adzan
: Allahu Allah, Allahu Allah, Allahu Allah !
degup itu pun beruntai
ke dalam ayat-ayat suci yang dilantunkan menjelang senja
sebentar lagi matahari akan tenggelam. seperti degup jantungku yang akan diam didekap ajal
maka dzikir itu pun
terus bertalu sebelum senja mengantarkan degupnya ke lapisan tanah terakhir
: Allahu Allah, Allahu Allah, Allahu Allah !
kalimat itu diucap dari mulut-mulut yang akrab
melantunkan kalimat Allah di dalam jantungku
maka,
langit pun jingga
memuja-muja kehadiran malam yang akrab ke dalam gelap dan sunyi
lalu,
burung-burung ababil
kembali menyebut-nyebut kebesaran nama-Nya. karena lafal Allahu Allah menjadi api di jantungku
maka,
sayap-sayap yang berkepak berbondong mengudara dari pelantang suara di antara menara masjid
tatkala ribuan daya ucap
berebut keluar dari mulutku yang terkulai
di lantai masjid,
Engkau menjadi Raja
yang memerintah tiap nyawa sebelum ajalku tiba
Palemban, 3 September 2024