HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600

Badut-badut Jalanan

November 23, 2025 21:01
IMG-20251123-WA0062

anto narasoma | Sastrawan/ Penyair

ruang kota begitu terbuka. meski pada batasan sepotong topeng, wajah itu pun tersenyum abadi
dan anak-anak pun tertawa

segenap peristiwa politik di sini, adalah badut-badut yang
menawarkan kebijakan
sembari tertawa berkedip mata

maka tarian badut pun
menutup cerita,
karena dari balik kisah ketertawaan yang mencorong lewat topeng-topeng badut,
tumpukan harga diri dipasok ke dalam ikatan uang muka

di ujung jalan kota
kesemarakan cerita pun berbincang banyak
di antara kesibukan
arus lalu lintas

sedangkan para pengamen yang berwajah badut, menyimpan kemiskinan sembari merentangkan telapak tangan

badut-badut di ranah politik, bisnis, dan pemerintahan yang berirama salsa, menumbangkan kebijakan tambang minyak, gas bumi, bauksit, dan timah

sebab,
badut-badut di pemerintahan selalu berirama salsa dalam joget keberhasilan mencuri tumpukan uang rakyat

o, badut-badut di jalan hanya melengkapi cerita rakyat di panggung kehidupan. sebab, sekenario yang membeberkan kisah kehidupan badut-badut jalanan, hanya sepotong lakonan nasib rakyat miskin di negeri yang kaya koruptor (*)

Palembang, 23 November 2025