Penulis Ririe Aiko
Gerimis pagi ini
Menyelipkan rasa pilu di hati,
Melihat seorang anak kecil
Bertubuh mungil tak berdaya
Terjebak di pinggiran jalan kota.
Selembar nilai yang tak seberapa
Memacu kerasnya perjuangan hidup
Bagi bocah yang lahir tanpa nama
Baginya, ini bukanlah pilihan,
Tapi rutinitas di perhentian lampu merah.
Berpayung debu, beralaskan aspal,
Langit abu-abu menyaksikan kisah pedihnya.
Namun, tak ada keluh dari bibir kecil itu,
Hanya senyum tipis yang terus ia genggam.
Tangannya yang kecil meraih harapan,
Menyodorkan impian lewat kain usang.
Bagi dunia yang kerap tak peduli,
Bahwa ia pun ingin disayangi
Di tengah bising roda dan klakson kota,
Ku titipkan doa pada Sang Esa.
Semoga duka segera berganti suka
Agar ia tak lagi terpaksa menikmat derita