Siamir Marulafau | Penulis
Beribu mil lautan kusebrangi
Walau gunung tak didaki
Namun wajahmu tak berbayang
Hanya burung camar di hamparan menungkik
Udara pun tak bersahabat
Langit tak cerah
Sepertinya lara ini pecah di atas kapal ditumpangi
Hanya mengejar kembang di daratan
Sungguh hati tak tenang
Termenung di dermaga yang dituju
Akan ke mana hati yang risau ini berlabuh lagi
Seiring cinta yang tak pasti tak berkobar lagi
Hanya bayangan menepi
Menyambut kehangatan sukma yang tak berarti
Sadarlah kasih dan cinta itu hanya permainan duniawi
Usia senja terkapar di dermaga dinanti
Kembang layu tak menanti
Karena pajero tak terbawa di tepi pantai
Bunga kembang tak terbias sinar mentari
Deburan ombak enggan bersahabat karena miskin
Pikir pikir sebelum senja merosok di tanah kering
Cinta kasih di negeri orang sirna hangus di bawah mentari (*)
Medan, 07/11/2025