HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600

Karena Islam, Dimuliakan Allah

November 19, 2025 08:30
IMG-20251119-WA0001

Jamilun Nagam | Penulis

HATIPENA.COM – Suatu hari, saat saya sedang memakai sepatu di salah satu masjid ternama di Kota Bogor, tiba-tiba saya dihampiri oleh seorang pemuda yang berpenampilan menarik dengan memakai pakaian muslim, tiba-tiba bertanya: “sepatunya mahal ya?”, dengan spontan saya menjawab “ah tidak juga.”

Sambil melirik ke kepala saya pemuda itu bertanya lagi “lebih mahal sepatu atau peci?”, tanpa berpikir panjang, saya langsung menjawab “jelas lebih mahal sepatu dong.”

Kali ini mata pemuda itu melirik ke sepatu saya, juga ke kepala saya, sambil terheran pemuda itu bertanya lagi pada saya “kenapa ya sepatu yang harganya mahal tapi disimpan di bawah (kaki), sedangkan peci yang harganya sangat murah disimpan di atas (kepala)?”, dengan keterbatasan ilmu saya, saya jawab, “gatau tuh, emang kenapa?”

Pemuda itu tidak yakin kalau saya tidak mengetahui jawabannya, pemuda itu bertanya lagi “ah masa gatau? Kenapa coba sepatu yang harganya mahal tapi disimpan di bawah (kaki) sedangkan peci yang harganya murah disimpan di atas (kepala)?”, saya pun menjawab dengan jawaban yang ragu “mungkin memang tempatnya, sepatu ngga mungkin disimpan di atas (kepala), begitu juga peci ngga mungkin disimpan di bawah (kaki), atau memangnya kenapa?”

Lalu pemuda itu menjelaskan “jawabannya sebenernya simple yaitu ‘karena Islam’.” saya masih bingung, saya tanya kembali ke pemuda itu “kok Islam? Kenapa Islam?”, pemuda itu melanjutkan jawabannya “segala sesuatu yang berhubungan dengan Islam dan mengutamakan Islam, baik itu manusia maupun benda pasti akan dimuliakan oleh Allah Swt.”

Pemuda itu lanjut menjelaskan “contoh manusia, kamu tau Bilal bin Rabah? Kisahnya tau? Bilal bin Rabah merupakan seorang budak berkulit hitam yang berasal dari Ethiopia, pada saat Bilal bin Rabah belum masuk Islam, Bilal bin Rabah selalu diperbudak dan selalu dipelakukan tidak baik oleh kepala suku kaum Quraisy, namun berbeda ketika Bilal bin Rabah masuk Islam, Bilal bin Rabah langsung menjadi sahabat nabi Muhammad Saw., diperlakukan baik oleh nabi Muhammad Saw. dan sangat dimuliakan oleh Allah Swt., sampai sandal Bilal bin Rabah terdengar di Syurga saking mulianya Bilal bin Rabah, dan kamu tau siapa manusia pertama yang mengumandangkan adzan?”

Saya menjawab “Bilal bin Rabah”, lalu pemuda itu merespons jawaban saya “ya betul, manusia pertama yang mengumandangkan adzan adalah Bilal bin Rabah, Allah Swt. memberikan petunjuk kepada nabi Muhammad Saw. dan para sahabat nabi melalui mimpi, dan akhirnya Bilal bin Rabah ditunjuk oleh nabi Muhammad Saw. untuk mengumandangkan adzan sebagai penggilan umat Islam untuk beribadah.

Sangat mulia bukan? Yang awalnya hanya seorang budak, setelah masuk Islam menjadi mulia. Itu contoh manusia yang berhubungan dengan Islam dan mengutamakan Islam. Contoh benda yang lain, selain peci apalagi?”

“apalagi ya? Emang apalagi?” jawaban saya sambil bingung dan terkagum, tidak lama pemuda itu langsung menjelaskan “dalam acara miss world atau miss universe, kamu tau alas lantainya menggunakan apa? itu alas lantainya menggunakan permadani yang harganya begitu mahal, tapi permadani itu mudah sekali diinjak dengan menggunakan sepatu, yang kita belum tau apakah sepatu itu terbebas dari kotoran atau ngga, berbeda dengan karpet yang ada dalam masjid, yang harganya tidak begitu mahal, tidak ada satu orang pun yang berani menginjak karpet masjid dengan menggunakan sepatu atau alas kaki, sangat mulia bukan karpet masjid dibandingkan permadani miss world atau miss universe?”

“Masyaaallah” jawaban saya sambil terkagum, pemuda itu terus melanjutkan “Dari situ kita mengetahui secara sadar atau tidak sadar bahwa manusia atau pun benda yang berhubungan dengan Islam dan mengutamakan Islam akan dimuliakan oleh Allah Swt., sebagaimana Allah Swt. berfirman dalam surat Thaha ayat 75 yang artinya ‘Dan barangsiapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh beramal shaleh, maka itulah orang-orang yang memperoleh drajat yang tinggi (mulia)’.”

Sambil terharu dan terkagum, saya mengucapkan “Maa Syaa Allah, iya juga yaa, terima kasih ilmunya, Ka.” pemuda itu sambil tersenyum sambil memberikan amanat “Sebarkan ya ilmunya”. Sambil membalas senyumnya saya berkata “insyaaallah” dan tak lama akhirnya kami berpisah meninggalkan tempat perbincangan tadi. (*)

10 November 2025

Biodata Penulis: Jamilun Nagam lahir di Bogor 8 Desember 1998. Lulusan S-1 Pendidikan Agam Islam di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan saat ini aktif bekerja di Sekolah Vokasi IPB University.

Ketertarikannya pada karya sastra sudah dimulai sejak SMA, terkhusus tema yang berkaitan dengan hal-hal spiritual dan motivasi, karena sebuah karya bisa menjadi salah satu jalan untuk berdakwah dan terus menebar kebaikan dan kebermanfaatan.

Berita Terkait