HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600 ------ HATIPENA.COM adalah portal sastra dan media untuk pengembangan literasi. Silakan kirim karya Anda ke Redaksi melalui pesan whatsapp ke 0812 1712 6600

Perjuangan Rondahaim dari Sumatera Timur

November 10, 2025 17:31
IMG_20251110_172930

Tuan Rondahaim Saragih dari Simalungun sebagai Pahlawan Nasional 2025

Chris Poerba | Penulis

HATIPENA.COM – Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih Garingging telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Republik Indonesia (2025). Ini adalah sosok pertama dari Simalungun, dulunya disebut sebagai Sumatera Timur, yang mendapat anugerah sebagai pahlawan nasional. Setelah proses pencalonannya berlangsung sejak kurun waktu lebih 20 tahun silam

Tuan Rondahaim adalah Raja di Pematang Raya XIV di Partuanan Raya, bergelar Raja Raya Namabajan (1828–1891). Kolonial Belanda menyematkannya dengan julukan “Napoleon der Bataks”. Ia tidak takluk oleh kolonial, namun meninggal di rumah bolon, istana kerajaan.

Satu buku penting yang menjadi rujukan dari pencalonan tersebut ditulis oleh Pdt. Djaulung Wismar Saragih Sumbayak. Wismar menulis buku tersebut dalam bahasa Simalungun “Barita ni Tuan Rondahaim, na ginoran ni halak Tuan Raya Na Mabajan” Namun, hingga akhir hayatnya Wismar, naskah ini belum diterbitkan. Wismar berpulang pada tahun 1968.

Upaya penerbitan dalam bahasa Indonesia telah dilakukan sebanyak dua kali, tahun 1993 dan 2024. Bukunya berjudul “Rondahaim: Sebuah Kisah Kepahlawanan Menentang Penjajahan di Simalungun”.

Pdt. Djaulung Wismar Saragih (1888—1968), seorang misionaris pribumi, pendiri gereja, pendeta pertama dan perintis sekolah perempuan di Simalungun. Wismar disebut sebagai Een Simaloengoense Luther (Luther dari Simalungun). Pada Museum Alkitab Indonesia milik dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) di Salemba memuat wajahnya dalam poster “Sejarah Penerjemahan Alkitab di Indonesia”.

Beliau orang nusantara pertama yang menerjemahkan Alkitab secara mandiri ke dalam bahasa daerahnya sendiri, Simalungun, “Padan Na Baru”. Wismar juga merupakan pribumi nusantara yang menyusun kamus bahasa daerahnya sendiri, “Partingkian ni hata Simaloengoen: Simaloengoen Bataks verklarend woordenboek,” serta merintis sekolah perempuan: Sekolah Putri (1915).

Ayah Wismar adalah Djalam Saragih bekerja sebagai pembuat sarung senjata/holster untuk kerajaan Raya, Tuan Rondahaim dan keturunannya. Sarung senjata yang turut digunakan saat berjuang menghadapi kolonial.

Selamat atas penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Tuan Rondahaim Saragih. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. (*)

Jakarta, 10/11/2025

Berita Terkait